Di larang COPY PASTE semua tulisan yang ada di dalam blog ini tanpa ijin. Kalau ada yang ingin ditanyakan, sharing dan saling belajar, jangan sungkan kirim email di yuanitacik@gmail.com , dengan senang hati akan saya balas :)

{Don't ever COPY PASTE all text in this blog without permission. If you want to ask, share and learn from each other, do not hesitate to send an email at yuanitacik@gmail.com , i will be glad to reply :) }

Kamis, 13 Februari 2014

[review buku] Baju Kasual untuk Remaja

SPOILER : Posting ini harusnya publish September 2012, tapi seperti biasa... karena banyak hal alasan jadi baru bisa publish sekarang, maaf yaaa....

covernya menarik ya, cantik

Walaupun sudah bukan remaja lagi, tapi gak ada salahnya beli buku ini *pembelaan diri*. Buku ini baru terbit Agustus 2012, jadi aku dapat cetakan pertamanya hehehe


daftar isi

Sesuai dengan daftar isinya, ada 21 style di dalam buku ini, ada atasan atau blus dari lengan setali sampe berlengan, dari yang tidak berkerah, berkerah, sampai yang bertali, trus ada dress dari yang biasa sampe berkancing depan, trus ada juga bawahan seperti rok, celana pendek dan celana panjang. Pokoknya banyak variasi yang dibahas di sini

bocoran style di dalam buku, dikit aja ya... menghargai hak ciptanya :)

Penjelasannya bagus banget, mulai dari persiapan, bahan yang dibutuhkan cara menjahitnya cukup mudah dimengerti walaupun tidak terlalu detail. yang paling aku suka dari buku ini adalah "dilengkapi pola ukuran sebenarnya" FREE!!, jadi tidak perlu susah-susah membuat pola untuk yang tidak suka membuat pola. Polanya memuat 3 ukuran : S/M/L

Bagaimana?? Menarik kah menurut kalian?? Ini infonya kalau kalian berminat beli di toko buku :
Baju Kasual untuk Remaja
Penulis : Andria D. Elang
Penerbit : Demedia Pustaka


Selamat mencoba... :) 



Jahitan #10-11 : Blus Polkadot Coklat Putih

Akhir-akhir ini blogku bakal banyak posting jahitan yang dulu-dulu, dalam rangka mencicil hutang posting jahitan yang sudah ditagih sama para fans blog ini *jiahhhhh... kePDan ya :D*. Jangan bosan melihat hasil jahitanku ya... dan jangan segan kasih kritik dan saran ;)

Dulu pengen banget punya blus lengan raglan, tapi baca pecah pola lengan raglan yang ada di buku Busana Wanita kok malah bingung, apalah daya ilmu jahit memang masih cethek. Untungnya di buku Lady Fashion 160 ada blus lengan raglan yang polanya gampang banget bikinnya.

Pola diambil dari Lady Fashion160 pola #4

Aku sukaaaa banget sama detail kerutnya di bagian dada, kelihatan sweet, untuk kerung leher aku tambahkan renda katun. Awalnya gak pengen modifikasi apa-apa, tapi setelah selesai dijahit aku coba kok kayak baju hamil lagi :(( akhirnya aku tambahkan karet supaya lebih fit di badanku. Mamaku sempat bilang “Ini polanya aneh. Harusnya pola depan itu lebih lebar dari [pola] yang belakang, atau sama juga boleh, tapi ini [yang belakang] kok malah lebih lebar”. Apakah benar gitu ya temans?





Ya sudahlah, yang penting sudah jadi baju yang bisa dipakai dan kalau pacarku gak komen apa-apa itu tandanya jahitanku sudah bagus hehehe.

Berhubung 1,5 meter kainnya masih ada sisa yang cukup buat dijadiin satu baju lagi, jadilah satu baju yang simple.

Pola diambil dari Lady Fashion 160 pola #118

Pola lengannya aku pakai ½ lingkaran yang diameternya disesuaikan lingkar lengan





Selamat Menjahit... :)


Jahitan #9 : Alas Dudukan Kursi


Kursi yang ada di ruang tamu seumuran denganku, kayunya masih kuat, cuma kulitnya saja yang sudah diganti 3x, terakhir ganti sekitar 6 atau 7 tahun yang lalu. Sekarang kulitnya udah retak-retak, didudukin gak nyaman banget, paling kerasa kalau duduk di kursi itu pas pake baju yang bawahannya lace/ brokat, seratnya suka nempel di retakannya itu.

ini retakannya, mengenaskan banget ya

Selama ini sih mama menyiasatinya dengan selimut, jadi dudukannya ditutupi dengan selimut supaya retakannya gak ngerusak baju, tapi kurang sedap dipandang karena warnanya gak matching banget. Sebenarnya sudah pengen ganti tapi mamaku masih bingung antara ganti dengan bahan kulit lagi atau ganti bahan kain, dua bahan itu ada plus-minusnya

Bahan kulit :
(+) tahan air, seumpama kena tumpahan air tinggal dilap sudah kering
(-) lama kelamaan bisa retak-retak, apalagi kalau sering kena sorot cahaya matahari

Bahan kain :
(+) tidak beresiko retak-retak seperti bahan kulit
(-) kalau kena tumpahan air langsung terserap dan basah, bahkan meninggalkan noda

Selama masih mencari-cari info dan compare biaya, tiba-tiba ada kabar kalau bulan depan jadwal kebaktian adalah di rumah. DIER!!! Langsung panik ngeliat kulit kursi yang sudah semakin tak sedap dipandang apalagi diduduki, kalaupun segera dibawa ke tukang reparasi kursi belum tentu bisa selesai dalam waktu yang cepat. Tidaaaaaakkkkkk... apa yang harus aku lakukan????

Waktu aku masih bingung mikirin itu kursi harus diapain supaya gak malu-maluin pas kebaktian sambil ngamat-amati penampilannya, tiba-tiba keluar ide [THINK!] “kenapa gak bikin alas kayak selimut dengan warna yang matching aja?” Langsung aku ukur panjang, lebar dan tinggi dudukannya, trus corat-coret imajinasiku di kertas. Besoknya langsung kalkulasi bahan dan biaya. Begitu weekend tiba, langsung meluncur ke Pasar Atum Surabaya - beli bahan-bahan yang diperlukan. Sesampainya di rumah langsung potong kainnya sesuai ukuran+kampuh, trus dicuci (prewash). Tanpa disangka papaku langsung bisa menebak itu kain mau dibikin apa, karena waktu potongan kain itu kering papa hitung-hitung kok pas dengan ukuran kursinya, dalam project ini papaku ikut berperan serta menyetrika potongan kain *terima kasih papa... ^^*

Proses pembuatan taplak dudukan kursi ini sangat menguras waktu dan tenagaku karena ternyata menjahit model quilting dengan mesin jahit jadul yang dikayuh sangat melelahkan, setiap pulang kerja aku cuma bisa menyelesaikan quilting 1 dudukan, jadi total penyelesaian untuk quiltingnya aja 5 hari, sebelumnya jelujur memakan waktu 3 hari. Untungnya tahap selanjutnya lancar jaya, 1 hari langsung jadi semua, TOTAL 9 hari, pantesan ya mesin jahit yang khusus quilting itu mahal banget :D

Jangan ditanya lagi deh perasaanya gimana, yang jelas buangga plus senang karena budget ganti kulit kursi bisa dialihkan ke anggaran lain yang lebih penting hehehe

Tadinya aku mau bikin taplak meja dari sisa bahan, supaya kelihatannya satu set, tapi apalah daya, sampe sekarang malah belum kejahit, bahkan bahan alasnya udah mbulak alias warnanya pudar :(



Sekarang kursinya sudah tidak memalukan lagi dan lebih nyaman didudukin... Papa dan mamaku malah usul aku bikin lagi dengan corak kain yang berbeda buat ganti. Ganti kulit kursi dipending dulu deh, karena banyak yang lebih suka begini. Bagaimana menurut kalian?


Selamat ber-Kamis manis...



FeedReader button