Di larang COPY PASTE semua tulisan yang ada di dalam blog ini tanpa ijin. Kalau ada yang ingin ditanyakan, sharing dan saling belajar, jangan sungkan kirim email di yuanitacik@gmail.com , dengan senang hati akan saya balas :)

{Don't ever COPY PASTE all text in this blog without permission. If you want to ask, share and learn from each other, do not hesitate to send an email at yuanitacik@gmail.com , i will be glad to reply :) }

Kamis, 17 November 2016

jahitan #18 : Blus Batik Capung Peach

Kain batik yang aku beli waktu liburan di Jogja tahun lalu baru aku olah hehehe, karena blus batik yang aku punya jahitannya sudah banyak yang lepas di sana-sini, blus batik kancing shanghai yang jahit sendiri dinilai "terlalu terbuka lengannya" oleh teman-teman kantor.

Pola diambil dari Lady Fashion 160, sama seperti blus ini, tapi gak pake pecah pola, cuman mengubah bagian leher supaya gak terlalu terbuka. Pola kerahnya gak aku pake, ganti pake renda katun yang ujungnya scalop kecil.

Awalnya bingung masalah kancing, ada 3 pilihan yang bikin aku bimbang :


1. Kancing biasa warna putih dengan bintik blink. Kerung lehernya kan rendanya putih, supaya matching kasih kancing putih juga, tapi suamiku (yang saat itu masih pacar) bilang kancingnya terlalu blink, tapi dia suka warna putihnya.


2. Kancing batok warna coklat tua. Udah umum banget kan ya? tapi kok aku rasa kurang cocok, malah keliatan biasaaaaa banget blusnya


3. Kancing cetet/ snap button warna atg. Pikirku supaya keliatan vintage, tapi ternyata banyak yang bilang gak cocok sama batik



Akhirnya ubek-ubek stok kancing, nemu kancing putih yang motifnya kayak marmer, dipasang eh ternyata cocok banget. SIP!!

Kancing sudah ok, langsung ukur diameternya ternyata 10mm, trus testing ukuran lubang kancing pas di lubang ukuran 12mm. Bikin lubang kancing, trus pasang kancingnya, jadi deh :)

Setiap selesai menjahit aku dan mamaku selalu heran karena kainnya cuman abis 1 meter, kalau model yang lalu-lalu mamaku menilai bajunya terlalu pas *mini malahan*, nah model yang ini kan agak longgar, agak panjang, dan lengannya juga agak gembung, pakai kerung leher, trus bisban buat ujung lengan pula, tapi tetep cuman abis 1 meter (lebar 115cm). Diitung-itung masih cukup juga kalau bikin kemeja buat suami, kami ini emang badan tipis ya hahahaha
 
Note : (ini hutang posting sejak tahun 2014 hahaha basi banget ya)
Sedikit curcol boleh ya...blus ini selesai dijahit Rabu 25 Februari 2014, langsung dicuci lagi buat ngilangin bekas Chaco Pen, dipake Jumat, dan ternyata... Jumat itu adalah Jumat terakhir aku pake batik bebas di kantor, karena mulai Maret sudah diberlakukan pemakaian seragam. Ya sudah lah, yang penting sudah kepake di kantor walaupun cuman sekali. Sepertinya harus segera bikin kemeja batik buat sang suami dari kain ini supaya bisa dipake sarimbit alias batik couple hahaha



Rabu, 02 November 2016

Cara Pasang Alat Pembuat Lubang Kancing di Mesin Jahit Jadul

Hello hello... aku kembali lagi ke alam blog menepati hutangku pada pembaca blog ini, tapi hutang yang aku bayar kali ini bukan posting jahitan dulu ya... kali ini aku pengen bahas cara pasang Alat Pembuat Lubang Kancing Nissan di mesin jahit jadul. Kalo kalian bingung mesin jahit jadul kayak gimana coba klik link ini. Mesin jahit yang seperti itulah yang aku julukin mesin jahit jadul xixixi....

Okay, gak usah berlama-lama, yuk langsung aja aku jelasin tentang alatnya
gambar 1

gambar 2

Aku jelasinnya pakai gambar yang bawah aja ya... yang udah dibeber satu-satu alatnya di luar kotak.
Mulai dari atas kiri (searah jarum jam ya...) :
1. Plat penutup drop feed dog
2. Alat pembuat lubang kancing
3. Puller template (untuk mengeluarkan template dari alat)- Skrup (untuk mengaitkan alat ke mesin jahit)
4. Template lubang kancing
5. Skrup (untuk mengaitkan alat ke mesin jahit)
6. Pendedel *gak ikut kefoto di foto yang bawah*

Sebenarnya di kemasan ada panduan cara pemasangan sih... tapi saya pengen jelasin ulang buat kalian yang mungkin punya alatnya tapi panduannya hilang.

Nah, untuk caranya, aku bagi jadi 3 bagian ya.. :
1. Memasang plat drop feed dog
2. Memasang alat pembuat lubang kancing
3. Melepas/ mengganti template lubang kancing



MEMASANG PLAT PENUTUP DROP FEED DOG
Lepaskan sepatu mesin jahit sekaligus dengan skrupnya. Ah iya, untuk amannya, lebih baik JARUM DILEPAS juga supaya gak tertusuk ataupun kebaret jarumnya. Saat bikin tuto ini aku males lepasin jarum, akibatnya tanganku sempat kebaret (T.T)

gambar 3
Oh iya, kalau kalian tadi sempat baca drop feed dog dan gak tau itu apa, lihat bagian yang ditunjuk panah putih (gambar 3), ada gerigi yang nongol ke atas, itu namanya drop feed dog, fungsinya menggerakkan kain saat kita menjahit

Buka penutup sekoci dengan cara digeser
gambar 4


Lalu siapkan plat penutup drop feed dog
gambar 5
bagian yang ditunjuk panah putih dan jempol saya yang lentik itu dikaitkan di bagian mesin yang ditunjuk panah merah. Nah, kemarin itu waktu saya pasang platnya itu gak bisa dikaitkan, karena terlalu sempit. Lha terus gimana dong?? Tenaaaanggg... perhatikan gambar berikutnya ya...

Cukit dengan bantuan obeng pipih ke arah atas, gak usah terlalu banyak nyukitnya, kalian kira-kira aja, yang penting bisa dikaitkan ke mesin jahit.
gambar 6

Selanjutnya, perhatikan panah putih atau jari telunjuk dan jari tengah saya, nantinya bagian itu harus saling numpuk.
gambar 7


Kaitkan plat ke mesin jahit, pastikan bagian yang tadi (lihat panah putih di gambar 7) bisa benar-benar terkait ya..
gambar 8

Ah iya, harusnya waktu awal tadi selain buka penutup sekoci harus lepas sekocinya juga, tapi kalaupun lupa gak masalah kok, pastikan benang bawah sudah dimasukkan ke lubangnya plat (lihat panah putih mendatar di gambar 8).

Test dulu apakah jarum bisa melenggang kangkung di lubang plat tadi, soalnya kalau gak bisa masuk nanti jarumnya patah, bahaya lho...
gambar 9


Kembalikan penutup sekoci ke tempat semula, penutup sekoci ini menopang plat penutup drop feed dog supaya gak goyang-goyang waktu kita jahit lubang kancing
gambar 10


Pastikan plat sudah terpasang sempurna, cara gampangnya sih kalian goyang-goyang aja platnya, kalau udah gak goyang-goyang berarti udah pas.
gambar 11

gambar 12



MEMASANG ALAT PEMBUAT LUBANG KANCING
Siapkan alat pembuat lubang kancing, pegang dengan tangan kanan (perhatikan gambar 13)
gambar 13

(lihat panah di gambar 13) bagian ini bisa dinaik-turunkan supaya lebih mudah waktu memasang  ke mesin jahit

Pastikan celah bagian itu menjepit skrup penahan jarum (perhatikan panah putih di gambar 14)
gambar 14


Sambil menahan posisi alat, pastikan lubang untuk skrup di alat pas dengan lubang di tiang sepatu
gambar 15


Masukkan skrup ke lubang itu, putar. Pastikan benar-benar rapat


Alat sudah terpasang dan siap dipakai


Okay, sekian dulu penjelasannya tentang cara memasang, semoga mudah dimengerti yaaa... Maaf kalau gambarnya kurang jelas, karena aku peragain sendiri, potret sendiri, edit sendiri. Ah iya, kalau kalian lihat ada bintik-bintik hitam di tiap foto, itu bukan karna editan ya.. tapi memang kamera HPku saat itu lagi error, tiba-tiba berbintik hitam begitu, mau dibawa ke service center tapi malas terus. Laaahhhh..malah curcol. Selamat mencoba ya  temans...
Nantikan posting selanjutnya tentang cara memakai alat pelubang kancing ini ;)

Happy Sewing... ^^

Jumat, 28 Oktober 2016

Back to Blog

Lama gak ngeblog rasanya malu banget dengan blogger lain yang masih eksis dengan posting yang selalu update dan bermanfaat. Lha blog ini posting terakhir Maret 2015, itupun cuma pamer mesin jahit dan mesin obras baru .

Tadi pagi jadwalku untuk cek akun sosial medianya kantor di Twitter, Linkedin dan Google+. Waktu aku lihat timeline Twitter @Kompasiana aku langsung mbatin "lho kemaren Hari Blogger Nasional toh? loalah... baru tau tau aku"

source : twitter Kompasiana

Ndeso banget kan ya? Serius deh aku beneran gak tau hahahaha lha wong setaun gak ngeblog blas, jelas aja gak tau apa-apa. Saat itu juga aku langsung inget sama blogku, yang terlantar setaun lebih, ada 40 draf ngantri untuk diterbitkan. Aku langsung tarik nafas, duh maluuu beneran, pengen bisa rutin posting, minimal sebulan itu ada 1 posting baru gitu.

Flash back lagi ke beberapa tahun yang lalu, saat semangat masih membara buat ngeblog, biasanya aku sempet-sempetin posting saat kerjaan udah agak longgar, tiba-tiba akses internet kantor dibatasi, beberapa website gak bisa diakses dari internet kantor, mulanya facebook, youtube, lalu blogger, dan yang baru-baru ini instagram juga termasuk hhffttt...

Hari ini, aku coba login di blogger, ternyata bisa! Senengnya bukan main, kayak anak kecil dikasih permen atau cokelat hahahaha. Semoga ke depannya bisa semangat ngeblog terus, menyadari statusku sekarang yang sudah tidak lagi sebebas merpati, alias sudah bersuami dan beranak satu hehehehe

Hobi menjahitku masih membara, masih sering lah jahit-jahit walaupun gak bisa full kayak dulu, sudah semangat gelar kain dan pola, mau gunting eeehhh si bocah tarik-tarik kainnya, pikirku nungguin dia tidur dulu aja deh biar gak keganggu eeehh pas dia tidur akupun juga ketiduran hahaha. Yaaa begitulah kalo sudah punya anak yang masih balita, pastinya gak bisa bebas sebebas-bebasnya.

Salut deh sama emakwatik yang dulu sempet komen di blog, juga email tanya tentang mesin obras, sekarang sepak terjangnya di blog udah melebihi aku. Ya sudahlah, mari sekarang berbenah, edit 40 draf yang ngantri supaya bisa segera terbit hahahaha PRnya banyak

Selamat berbenah blog....

Senin, 02 Maret 2015

[pamer] Mesin Jahit dan Mesin Obras Baru

Lihat postingan terakhir tertanggal 1 April 2014 jadi malu banget, hampir setahun gak ada aktivitas apa-apa di blog ini, sampai bingung bikin posting tentang apa dulu, banyak kejadian menyenangkan yang pengen aku bagi di sini. Aku awali dengan pamer mesin jahit dan mesin obras baru aja ya....soalnya udah hampir 3 tahun menanti dalam kegalauan, akhirnya punya mesin jahit baru dan mesin obras.
HURA! HURA! *niru kata-kata Masha*
Senangnya gak terkira deh, seperti anak kecil yang dikasih coklat.
 

Bertahun-tahun mantengin forum Belajar Jahit-Menjahit Sendiri di Femaledaily, googling tentang mesin jahit dan mesin obras. Aku sempat galau antara Janome atau Singer, karena rata-rata pada menyarankan Janome, jarang ada yang menyarankan Singer. Semangat beli mesin jahit dan mesin obras pun sempat tenggelam kena persiapan pernikahan yang sebegitu hebohnya.

Rencana awal sebenarnya cuma pengen beli mesin obras portable, karena di rumah orangtuaku sudah ada mesin jahit jadul yang masih tangguh walaupun sering rewel setting jahitannya. Lagipula aku sudah terlalu nyaman dengan genjotan mesin jahit, takut kalau pakai dinamo/pedal malah gak bisa mengendalikan kecepatannya. Tapi... sejak mamaku terima order bikin shower cap mesin jahit jadul jadi gak karuan jahitannya. Tiap aku mau jahit baju, mesin jahit disetel panjang jahitan sekitar 2mm, trus kalau mama mau jahit shower cap, disetel 4mm. Hampir tiap hari setel ini-itu, mungkin lama-lama mesin jahitnya capek kali ya, sampe akhirnya rewel gitu.

Nah, setelah menikah, aku sementara tinggal di rumah mertua, kalau lagi butuh jahit ya lari ke rumah orangtuaku, untung aja jaraknya deket. Lama-lama males boyong jahitan sana-sini, belum lagi kalau  mama lagi kejar setoran gak kepengen diganggu dulu jahit-jahitnya, atau pas pengen dedel-dedel di rumah mertua tapi lupa bawa pendedel jadi gak mood deh. Mau gak mau aku harus punya mesin jahit sendiri supaya gak ganggu mama. Rencana berubah lagi jadi pengen mesin jahit dan mesin obras sekalian.
Pilihan saat itu cuman 2 :
1. nempil [gantiin] mesin jahit jadul second punya yangti suami yang gak pernah dipake, dan mesin obras portable beli baru atau cari-cari yang second. Tapiii... kamar kami ada di atas, kalau mesin jahitnya ditaruh di bawah gak ada tempat yang memadai, kalau ditaruh di atas siapa yang angkat ntar??
2. beli mesin jahit dan mesin obras portable baru, tapi ujung-ujungnya duit lagi, mana cukup buat beli mesin jahit dan mesin obras??

Sesungguhnya aku lebih sreg opsi pertama, tapi karena pertimbangan penempatannya ntar susah, suami mengharuskan PORTABLE, cuman balik lagi duitnya, sempat mewek karena ngerasa mustahil banget beli yang portable semua, emang sih aku dapet THR, tapi cuma cukup buat beli salah satu aja. Syukurlah THR suami ternyata lumayan lebih gede, dia bersedia nambahin dana buat beli 2 mesin itu. Mulai deh getol googling lagi, semangat tanya sana-sini tentang harga dan sebagainya. Budget dibatasi 5jutaan, maksimal 6 juta, lebih dari itu harus pilih salah satu mesin jahit atau mesin obras. Pikir-pikir... liburan lebaran selama seminggu sudah melambai-lambai, harus segera beli nih, biar nanti semisal pas liburan gak kemana-mana tetep ada kegiatan di rumah.

Okay, selanjutnya aku bikin list pertimbangan pilih mesin jahit :
- 1 step buttonhole (1 langkah lubang kancing)
- bisa jahit jeans
- watt jangan lebih dari 100W

- ada service centernya
- spare part gampang dicari
- banyaknya variasi jahitan gak penting, toh jarang pake

Pertimbangan mesin obras :
- 4 benang
- bisa untuk kaos
- bisa neci (gak bagus banget gpp, yang penting bisa *maksa ya hehehe*)

Buka-buka buku harian, liat type-type mesin jahit yang pernah aku incar, googling sana-sini akhirnya dapet pilihan sbb :
- mesin jahit : Janome J3-24, Singer HD4423
- mesin obras : Janome 990DX, Singer 14HD854

Suatu hari Sabtu, 19 Juli 2014, di siang bolong sepulang kerja, panas-panas kami berangkat survey, rencana rute ada 3 toko :
1. New Patinda
2. Pelita
3. Dealer Singer di Maspion Square

Berhubung suami kebablasan, rute jadi dibalik, pertama ke Pelita dulu. Tokonya kecil tapi koleksinya lumayan, tapi di toko ini Janome paling bagus adanya Indigo 18, J3-24 gak ada, mesin obras ada sih, tapi aku kurang sreg dengan penjelasannya, agak kurang informatif gitu, trus pemiliknya lebih menyarankan merk lain kayak Butterfly, Yamata atau Yamato aku lupa. Tapi overall pemilik tokonya baik, aku langsung dikasi kartu nama dan diminta menghubungi nomer telepon tsb kalau ada yang perlu ditanyakan.

Rute kedua di New Patinda [ini tempat aku beli alat lubang kancing]. Toko ini sederet dengan Pelita, tapi dipisah gang kecil dan satu toko. Aku dan suami jalan kaki ke sana, sementara motor tetep parkir di depan Pelita. Di toko ini pegawainya cukup cekatan, langsung ditanyain perlu cari apa, berhubung aku agak ogah diikutin aku bilang kalau mau liat-liat dulu, pegawainya langsung menjauh hehe. Koleksi mesin jahitnya hampir sama seperti Pelita, jual spare part dan pernak pernik mesin jahit juga. Aku tanya-tanya harga ke pegawai yang kayaknya namanya Tere, disuruh duduk dan aku diliatin katalog Janome dan Singer, J3-24 gak ada, 990DX juga lagi kosong :((
Pegawainya yang lain bilang untuk Singer  yang seri HD [Heavy Duty] lebih kuat, karena dalamnya bahan metal/ besi, tapi Tere lebih suka bikinan Janome. Aku juga naksir Janome, tapi suami bilang putaran stichnya Indigo 18 agak membingungkan, lebih mudah yang Singer punya [menurut suamiku lho ya...aku sih nurut aja dah].

Endingnya suami lebih sreg dengan punya Singer, menurut dia sih bahan Singer yang seri HD lebih bagus. Dasarnya lelaki, kalau udah sreg sama sesuatu udah ogah survey ke tempat lain lagi, disuruhlah deal mesin jahit Singer HD 4423 dan mesin obras 14HD854 sekalian, tapi yang namanya wanita ya, gak afdol kalau gak  nawar harga dulu, setelah proses tawar-menawar yang agak alot, akhirnya Tere menyerah dengan harga yang aku minta hahaha... arigato mbak...
Sempat bingung sama motor yang masih parkir di Pelita, jadi suami ambil motornya dulu di Pelita, katanya gak enak kalau bawa mesin jahitnya ke sana, ya iya lah...

Setelah bayar, diajari cara pemakaiannya mesin jahit dan mesin obras dengan bapak pegawai situ, namanya pak Santoso, cara jelasinnya enak banget, humoris. Aku sempat tanya servis mesin jahit jadul yang bisa datang ke rumah, dikasih referensi orang yang lain karena Pak Santoso ternyata cuman bisa servis mesin jahit industri. Terima kasih pak...

Selanjutnya bawa pulang mesin jahit dan mesin obras. Kardusnya ternyata lumayan geday, untungnya kardus mesin jahit masih cukup ditaruh di depan dan kardus mesin obras aku pangku. Eh ternyata capek juga bo'... beratnya memang gak seberat sekardus air minum gelas, tapi dimensinya itu lho rempong bener, punggung rasanya nyeri begitu sampe rumah, tapi tetep seneng lah udah keturutan semua hahaha... i love u so much suamiku... :-*

Begitu sampe rumah, saking penasarannya, langsung coba jahit celana yang ujung jahitannya lepas, trus obras kain perca, ternyata pake dinamo/ pedal itu gampang lho, gak susah seperti yang aku bayangkan. Menjahit dengan dinamo/ pedal itu sama seperti nyetir mobil, semakin dalam nginjaknya semakin kencang larinya. Sayangnya, masih belum ada meja yang pas buat jahit, pengennya beli meja lipat buat mesin jahit. Ahhh... ada aja ya yang dipengenin hahahaha. Oh iya, ini penampakan mesin jahit dan mesin obrasnya :


Mesin Jahit Singer HD 4423

Mesin Obras Singer 14HD854

Udahan ya ceritanya, aku pengen jahit dulu, lagi kemaruk mesin jahit dan mesin obras baru nih hehehehe...

Happy Monday...

Selasa, 01 April 2014

jahitan #17 : Blus Lengan Gembung dan Kerah Gelombang

Yuhuuuu...
Semoga gak bosan yah aku pamerin jahitanku terus :D

Seperti biasa, aku jahit blus. Pola dari buku Lady Fashion 160.
Modelnya unik banget.
Bagian depan terbagi dua, atas dan bawah. Bagian atasnya dibagi dua lagi, kanan dan kiri, di tengah-tengahnya dibikin kerut.
Bagian belakang ada garis empire, bikin keliatan feminim banget
Bagian lengan mirip seperti lengan gembung, dibikin kerut di puncak lengan dan ujung lengan, lalu ditutup manset.


Kainnya aku beli waktu liburan taun baru di Jogja, katun bintik warna hijau tosca, sukaaaaa banget sama warnanya yang seger.



dari luar kelihatannya rapi, padahaaaaallll.... dalemnya gak rapi sama sekali. Aku kan gak punya mesin obras, jadi buat ngakalin biasanya pakai bisban atau aku gunting pake gunting zigzag. Seringnya sih pakai bisban, tapi berhubung pecah polanya banyak gitu, aku gunting zigzag aja, tapi tetap nyaman dan enak dipake kok

Sayang kerahnya gak begitu kelihatan gelombangnya, karena tepinya itu seharusnya di-neci. tapi pacarku bilang masih keliatan ok kok, dan mama juga senang soalnya blus ini agak panjang xixixi

Semangat ya...



Sabtu, 15 Februari 2014

Sayonara Box


Hari ini aku disibukkan dengan perpisahan KaSie (supervisor) yang bakal pindah ke Malang memulai usaha barunya.

Aku masih ingat bagaimana sabarnya supervisor [yang aku julukin "bapak"] menghadapi aku yang super duper pelupa tapi dengan santainya bilang "oh iya lupa" saat menyadari lupaku.

Aku dan teman-teman satu divisi sepakat memberi hadiah dengan patungan. Salah satu temanku yang hafal dengan kebiasaan craftingku langsung nodong aku buat bikin kemasan yang bagus dan menarik tapi murmer. Alih-alih beli bahan karton duplex atau karton hardboard, temanku malah menyarankan bikin kotaknya dari box bekas kertas aja biar go green katanya padahal faktor utama sih ogah nambah urunan lagi. Yoweslah aku nurut wae...

Ini dus bekasnya, melas kan?

Harusnya aku mulai bikin dari seminggu yang lalu, tapi berhubung kondisi badan kadang cuaca juga gak mendukung akhirnya baru bisa pagi ini. Pagi pagi begitu nyampe kantor langsung menyepi di ruang kosong yang difungsikan sementara jadi gudang. Bahan yang ada bener-bener ala kadarnya, double tape pun cuma ada satu sisa yang dulu-dulu, khawatir banget kalo sampe kurang gimana ntar, soalnya ada aturan gak boleh keluar kantor selama jam kerja. Jadi aku ngirit puol, pake double tape cuman dikit-dikit di ujung-ujung aja, padahal ya... Kalo di rumah aku ini tukang ngabisin double tape hahahaha gak go green banget. Trus waktu ngerjain juga gak pake lampu-lampuan karna takut malah disamperin sama temen-temen kantor yang super kepo dan comber,alhasil mencong-mencong dikit tapi masih bisa ditolelir lah...

Waktu yang aku punya cuma 4jam buat bikin box sekaligus hiasnya, super kilat dan deg-degan karena double tape habis, supervisor tiba-tiba nyamperin ke ruang kosong, belum lagi waktu yang kejar-kejaran sama aku #lebay. Untungnya banyak teman divisi lain yang helpful bantuin nyari double tape *makasih ya mbak Tami...* walaupun ada beberapa eh seorang ding yang super jahil. Boxnya jadi tepat sebelum jam pulang *thanks God...*

Begitu jadi aku baru inget kalo belum bikin kartu ucapan, jiahhhh...padahal harus segera diserahterimakan, untung aja ada kegiatan Persekutuan Doa di kantor dan kebetulan supervisorku ikutan, jadi ada perpanjangan waktu untuk bikin kartu ucapan. Googling, ubek-ubek file foto di hape, edit ini itu pake photoshop jadi deh. Ehhh tapi jangan seneng dulu...pas mau print lha kok teman kantor yg ikut PD udah pada balik, huaaaa....super ngebut lagi sebelum supervisorku balik kantor. Syukurlah selesai print sebelum sang penerima balik


Setelah jadi dan diisi baru nyadar kalo luarnya keliatan terlalu "polos", beruntung di ruanganku ada simpanan pita kertas warna pink, merah, biru dan ungu. Aku pilih merah, gunting, bentuk, jepret, lem, jadi deh...keren kaaaannnn??? Gak kalah ama gift shop kan??? Hehehe



Ditunggu-tunggu lha kok gak balik-balik, ya sutralah, aku dan teman-teman sepakat kasi surprize sekalian, jadi hadiahnya ditaruh begitu aja di atas dus barang yang mau dibawa pulang biar bertanya-tanya sekalian hahahaha...

Dan akhirnyaaa... Menjelang malam sang penerima hadiah mengirimkan pesan whatsapp ngucapin makasih dan seneng banget karna itu termasuk barang incarannya. Duhhh... Ayem rasanya hati ini.

Sayonara....
Good luck ya pak...

Jumat, 14 Februari 2014

Jahitan #16 : February I’m In Love

February I'm In Love

Judulnya kayak apaan aja ya, harusnya jahitan ini selesainya Februari 2013, tapi baru terwujud sekarang = Februari 2014 hehehe

Okay tanpa ba-bi-bu, langsung aja ya. Sesuai dengan imajinasiku di sini, aku pengen jahit baju bertema valentine.


Pola badan sama dengan blus lengan gembung tapi kerung lehernya dinaikin
Pola kerah peterpan sama seperti Jumpsuit Pendek Batik tapi modifikasi lagi bagian belakang

Supaya lebih mendukung motif "love"nya, aku pasang kancing love juga ^^

Pola lengan harusnya lengan licin, sudah buat pola sesuai petunjuk, tapi waktu dipasang ternyata lubang lengannya lebih besar daripada kerung lengan di baju, alhasil aku kerut aja puncak lengannya dikit, tapi bagus juga kok hasilnya


Walaupun jahitan ini mangkrak lama *setaun tepatnya*, tapi untungnya... terealisasinya Februari. Jahitan ini selesai kira-kira Kamis atau Jumat (sekitar 6 atau 7 Februari), trus Minggu pas ke gereja dapet undangan Valentine Sabtu besok (15 Februari) yang dresscodenya girls : pink, boys : blue. Pas banget kan??? warnanya pink, motif love pisan *jejogetan sambil jingkrak-jingkrak*
Pacarku sempat nyeletuk "sengaja nyelesaiin jahitan itu buat valentinan di gereja???" yeeeee...siapa juga yang tau kalo bakal pas begitu, lha wong selesainya jahitan sebelum terima undangan :p

Hore... akhirnya lunas juga hutang posting jahitanku....
Ada masukan/ saran/ kritik? Jangan segan untuk berkomentar ya... :)

#pray for #kelud


Dusty Valentine

Selamat Hari Kasih Sayang...
Happy Valentine Day...

Apa rencana kalian hari ini? Kencan? Tukar kado dengan teman? Jalan jalan berdua? Nonton? Dinner?
Ya ya ya... apapun rencana itu, jangan lupa pakai pelindung saat berada di luar seperti masker, kacamata, topi, jaket - kalau perlu jas hujan sekalian supaya gak tembus -.

Kenapa???
Karena Gunung Kelud semalam meletus, dampaknya sekarang terasa sampai Surabaya sini. Tadi pagi ngintip teras dari dalam jendela rumah sudah ditutupi debu, jalanan juga penuh debu sampai garis paving gak keliatan. Berangkat ngantor udah dapet wejangan dari mama papa yang khawatir banget alergi debuku kumat, apalagi aku sehari-harinya kalo berangkat ngantor naik angkot. Aku pakai kacamata *emang selalu pake, kalo gak pake buram semua yang aku liat :D*, masker, jaket tebal yang ada hoody, sempat disuruh mama pakai sarung tangan tapi aku gak mau, jadi aku keluar rumah serasa di daerah Eropa *padahal belum pernah ke sana*.

Dan memang bener, aku lihat debu bertaburan serasa ada salju yang lembuuuuuuuuutttttttt banget, tanganku yang gak pake sarung tangan langsung disambut debu. Kampung yang aku lewati cenderung sepi pagi ini, aku lihat jalanan serasa kota tanpa penghuni, kusam dan kotor, serasa di lokasi syuting Resident Evil *hahahaha...imajinasi lebay*. Saat di dalam angkot aku lihat banyak orang yang menyiram jalanan depan rumahnya sambil tutup hidung dengan masker ataupun sekedar sapu tangan, ada juga yang jalan pakai payung walaupun gak hujan -tapi berdebu bok-

Begitu sampai kantor, kata pertama yang keluar dari mulutku "WOW!!!". Kendaraan yang terparkir diselimuti debu, genting penuh debu, pokoknya sepanjang mata memandang selalu ada debu, menyajikan warna yang seragam : abu-abu kecoklatan. 

Iseng-iseng aku coret-coret love di atas terpal penutup barang, baru ditinggal sebentar buat nyiapin kamera hape eeehhhh... udah ketutup debu lagi. It's really #dusty #valentine now!

Gak kebayang deh yang tinggal di dekat Gunung Kelud seperti apa, mari kita berdoa untuk masyarakat di sekitar Gunung Kelud, kiranya mereka diberikan kesehatan dan kekuatan, amin.

#pray for #kelud



FeedReader button